Kamis, 02 Juni 2016

HAJI

Haji termasuk kepada rukun islam yang kelima dimana seseorang dituntut untuk melaksanakannya jika mampu, sama halnya dengan ibadah-ibadah yang ada dalam rukun islam memiliki syarat, rukun, dan hukum yang penting untuk kita ketahui. Maka dari itu, khusus dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang bagaimana cara menunaikan rukun islam yang terakhir ini sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya.
1.       Apa pengertian dari haji?
2.      Apa hukum haji?
3.      Apa saja syarat-syarat haji?
4.      Apa saja rukun-rukun haji?
5.      Apa saja wajib haji? 
6.      Apa saja sunnah-sunnah haji?
7.      Apa saja larangan dan dam dalam haji?
1.      Mengetahui pengertian Haji.
2.      Mengetahui hukum haji.
3.      Mengetahui syarat-syarat haji.
4.      Mengetahui rukun-rukun haji.
5.      Mengetahui wajib haji.
6.      Mengetahui sunat-sunat haji.
7.      Mengetahui apa saja denda yang ditetapkan dalam haji



BAB II
PEMBAHASAN
A.       makna pengertian Haji
Arti haji yaitu pergi menuju kota suci mekah untuk melaksanakan pekerjaan- pekerjaan haji (manasik), dan hal tersebut hukumnya wajib bersama umrah yang dilaksanakan sekali dalam hidup[1].
Haji (asal maknanya) adalah “menyengaja sesuatu”. Haji yang dimaksud di sini (menurut syara’) ialah “sengaja mengunjungi ka’bah (rumah suci) untuk melakukan beberapa amal ibadah, dengan syarat-syarat yang tertentu”.
B.       Hukum Haji
Ibadah haji diwajibkan Allah kepada kaum muslimin yang telah mencukupi syarat-syaratnya. Menunaikan haki diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Selanjutnya yang kedua kali dan seterusnya adalah sunnah. Barangsiapa yang bernazar haji wajib melaksanakannya.
C.     Syarat-syarat dalam berhaji
1.      Beragama islam
2.      Baligh
3.      Berakal
4.      Merdeka
5.      Ada biayanya (baik untuk pergi dan pulangnya maupun untuk keluarga yang ditinggalkannya) dan ada kendaraannya (bagi penduduk luar mekah)
6.      Aman di perjalanan (dari bermacam-macam gangguan)
7.      Memungkinkan pergi (cukup waktu untuk berhaji
D.       Rukun Haji
1.      Ihram (berniat mulai mengerjakan haji atau umrah).
Sabda Rasulullah Saw:
اِنَّمَاالاَعْمَالُ بِاالنِّيَاتِ  رواه البخارى    
sesungguhnya segala amal ibadah hanya sah dengan niat.” (Riwayat Bukhari)
2.      Hadir di padang arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu mulai dari tergelincir matahari (waktu Lohor) tanggal 9 bulan Haji sampai terbit fajar tanggal 10 bulan haji. Artinya, orang yang sedang mengerjakan haji itu wajib berada di padang arafah pada waktu tersebut.
Sabda Rasulullah Saw.:
عن عبد الرحمن بن يعمر ان ناسامن اهل نجداتوارس الله صلى الله عليه وسلم وهوواقف بعرفةفسألوه فامرمنادياينادى الحج عرفةمن جاءليلةجمع قبل طلوع الفجرفقدادرك  رواه الخمسة
Dari Abdur Rahman bin Ya’mur, “Bahwa orang-orang Najd telah dating kepada Rasulullah Saw. Sewaktu beliau sedang wukuf di padang arafah. Mereka bertanya kepada beliau, maka beliau terus menyuruh orang supaya mengumumkan: Haji itu hanyalah arafah. Artinya, yang terpenting urusan haji ialah hadir di arafah. Barangsiapa yang datang pada malam sepuluh sebelum terbit fajar, sesungguhnya ia telah mendapat waktu yang sah.”( riwayat lima orang ahli hadits)
3.      Tawaf (berkeliling ka’bah). Tawaf rukun ini dinamakan” tawaf ifadah”.
Firman allah swt. :
وليطوفوابالبيت العتيق 
“ Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (baitullah).”(Al-Hajj: 29)
·         Syarat tawaf
A.    Menutup aurat.
Sabda Rasulullah Saw.:
قال النبي صلى الله عليه و سلم   لايطوف بالبيت عريان   رواه البخارى ومسلم  
“Janganlah engkau tawaf (mengelilingi ka’bah) sambil telanjang.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
B.     Suci dari hadas dan Najis.
Diriwayatkan:
عن عاءشة ان اول شيءبدءبه النبي صلى الله عليه وسلم حين قدم انه توضأ ثم طاف بالبيت  رواه البخارى ومسلم
Dari Aisyah, “sesungguhnya yang pertama dilakukan Nabi Saw. Ketika beliau tiba di makkah ialah mengambil wudhu, kemudian beliau tawaf di baitullah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
C.     Ka’bah hendaklah di sebelah kiri orang yang tawaf.
Diriwayatkan:
Dari Jabir, “bahwasanya Nabi Besar Saw. Tatkala sampai di makkah, beliau mendekat ke hajar aswad, kemudian beliau menyapunya dengan tangan beliau, kemudian berjalan ke sebelah kanan beliau; berjalan dengan cepat tiga keliling, dan berjalan biasa empat keliling.” (Riwayat Muslim dan Nasai)
Sesudah Rasulullah menyapu hajar aswad, beliau berjalan ke seblah kanan beliau. Dengan sendirinya, ka’bah ketika itu di sebelah kiri beliau.
D.    Permulaan tawaf itu hendaklah dari hajar aswad. (keterangannya yaitu hadist di atas).

E.     Tawaf itu hendakah tujuh kali (keterangannya adalah hadist di atas)
F.      Tawaf itu hendaklah di dalam masjid karena Rasulullah. Melakukan tawaf di dalam masjid.
·         Niat tawaf.
Tawaf yang terkandung dalam ibadah haji tidak wajib niat karena niatnya sudah terk haji terkandung dalam niat ihram haji. Tetapi kalau tawaf itu tersendiri bukan dalam ibadah haji, seperti tawaf wada’ (tawaf karena akan meninggalkan mekah), maka wajib berniat. Niat tawaf disini menjadi syarat sahnya tawaf itu.
·         Macam-macam tawaf
a.       Tawaf qudum (tawaf ketika baru sampai) sebagai shalat tahyatul masjid.
b.      Tawaf ifadah (tawaf rukun haji)
c.       Tawaf wada’ (tawaf ketika akan meninggalkan ka’bah)
d.      Tawaf tahallul (penghalalan barang yang haram karena ihram).
e.       Tawaf nazar (tawaf yang dinazarkan)
f.        Tawaf sunat.
Masing-masing akan diterangkan kemudian.
Bacaan sewaktu tawaf:
سبحان الله والحمد لله ولااله الاالله والله اكبرولاحول ولاقوة الابالله
Sabda rosululah saw:
عنابى هريرة انه سمع النبى صلى الله غليه وسلم يقول   من طاف بالبيت سبعاولايتكلم الاسبحان الله والحمد لله ولااله الله والله اكبرولاحول ولاقوة الابالله محيت عنه عشرسيئا ت وكتب له عشرحسنات ورفع له بهاعشردرجا ت   رواه ابن ماجه
Dari abu hurairah bahwasanya ia telah mendengar nabi saw.bersabda,”barang siapa berkeliling ka’bah tujuh kali dan ia tidak berkata selain membaca, “maha suci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali allah, allah maha besartidak ada upaya dan kekuatan dengan pertolongan Allah.’ Orang yang membaca kalimat tersebut dihapus darinya sepuluh kejahatan,ditulis sepeuluh kebaikan, dan diangkat derjatnya sepuluh tingkat,” (riwayat ibnu majah).
4.      Sa’i (berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah).
Sabda Rasulullah Saw.
عن صفيةبنت شيبةان امرأة اخبرتهاسمعت النبى صلى الله عليه وسلم بين الصفاوالمروة يقول   كتب عليكم السعى فا سعوا   رواه أحمد
Dari Safiyah binti Syaibah. Bahwa seorang perempuan telah mengabarkan kepadanya (Safiyah) bahwa dia telah mendengar Nabi besar Saw. Diantara bukit Safa dan Marwah. “telah diwajibkan atas kamu sa’i. maka hendaklah kamu kerjakan.” (Riwayat Ahmad)
·         Syarat-syarat Sa’i
a.       Hendaklah dimulai dari bukit Safa dan disudahi di bukit Marwah.
Sabda Rasulullah Saw.:
عنجابرقال النبى صلى الله عليه وسلم   فابدء وابما بدأ الله به   رواه النسائ
Dari Jabir, “Rasulullah Saw. Telah bersabda, ‘Hendaklah kamu mulai (sa’i kamu) di bukit yang terlebih dahulu disebut Allah dalam Alquran’.” (Riwayat Nasa’i)
Sedangkan yang terdahulu disebut dalam Alquran ialah bukit Safa.
b.      Hendaklah sa’i itu tujuh kali karena Rasulullah Saw. Telah sa’I tujuh kali dari Safa ke Marwah dihitung dua kali dan seterusnya.
c.       Waktu sa’I itu hendaklah sesudah tawaf, baik tawaf rukun maupun tawaf qudum.
5.      Mencukur atau menggunting rambut. Hal ini kalau kita berpegang atas pendapat yang kuat. Sekurang-kurangnya menghilangkan tiga helai rambut. Pihak yang mengatakan bercukur menjadi rukun beralasan karena tidak dapat diganti dengan menyembelih.
6.      Menerbitkan rukun-rukun itu (mendahulukan yang dahulu diantara rukun-rukun itu), yaitu mendahulukan niat dari semua rukun yang lain, mendahulukan hadir di padang arafah dari tawaf dan bercukur, mendahulukan tawaf dari sa’i jika ia tidak sa’i sesudah tawaf qudum. (Keterangannya adalah amal Rasulullah Saw.)
E.       Wajib Haji
Perkataan “wajib” dan ‘rukun” biasanya berarti sama, tetapi didalam urusan haji ada perbedaan sebagai berikut:
Rukun : sesuatu yang tidak sah haji melainkan dengan melakukannya, dan ia tidak boleh     diganti dengan “dam” (menyembelih binatang).
Wajib : sesuatu yang perlu dikerjakan tetapi sahnya haji tidak bergantung padanya, dan boelh diganti dengan menyembelih binatang.
1.      Ihram dari miqat (tempat yang ditentukan dan masa tertentu ) ketentuan masa (moqat zamani) ialah dari awal bulan syawal sampai terbit fajar hari raya haji (tanggal 10 bulan haji). Jadi, ihram haji dapat dilakukan dalam masa dua bulan 9 ½ hari.
Firman Allah Swt.:
الحج اشهرمعلومت
“ Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi,” (Al-Baqarah 197)
Tafsirsahabata tentang bulan-bulan yang dimaklumi itu menurut asar ibnu umar adalah :


عن ابن عمر قال اشهرالحج شوال وذ والقعدة وعشرمن ذى الحجة   رواه البخارى
Dari ibnu umar,” bulan haji itu ialah bulan syawal, zulqo’dah dan sepuluh hari bulan haji,”( riwayat bukhori)
·         Ketentuan tempat (Makani)
a.       Makkah ialah miqat (tempat ihram (bagi orang yang tinggal di makkah. Berarti orang yang tinggal di Makkah hendaklah ihram dari rumah masing-masing.
b.      dzul-Hulaifah ialah miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah Madinah dan negeri-negeri yang sejajar dengan Madinah.
c.       Juhfah ialah miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah Syam, Mesir, Magribi, dan negeri-negeri yang sejajar dengan negeri tersebut. Juhfah adalah nama suatu kaum kampung di antara Makkah dan Madinah. Kampung itu sekarang telah rusak (roboh), kampung yang dekat padanya ialah Rabig. Orang-rang yang datang dari negeri-negeri tersebut sekarang mulai ihram apabila mereka telah melalu atau sejajar dengan Rabig.
d.      Yamlamlam adalah nama suatu bukit dari beberapa bukit Tuhamah. Bukit ini adalah miqat orang yang datang dari arah Yaman, India, Indonesia, dan negeri-negeri yang sejajar dengan negeri-negeri tersebut. Orang-orang yang datang dari Indonesia dan India, apabila kapal mereka telah setentang dengan bukit Yalamlam, mereka telah wajib ihram.
e.       Qarnul manazil adalah nama dari sebuah bukit, jauhnya kira-kira 80,640 km dari makkah. Bukit ini merupakan miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah Najdil-Yaman dan Najdil-Hijaz serta orang-orang yang datang dari negeri-negeri yang sejajar dengan itu.
f.        Zatu’irqin adalah nama kampung yang jauhnya kira-kira 80,640 km dari Makkah. Kampung ini merupakan miqat (tempat ihram) orang yang datang dari Irak dan negeri-negeri yang sejajar dengan itu.
g.      Bagi penduduk negeri-negeri yang ada di antara Makkah dan miqat-miqat tersebut, miqat mereka ialah negeri masing-masing.
Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابن عباس وقت رسول الله صلى الله عليه وسلم لاهل المدينة ذالحليفة ولاهل الشام الجحفة ولاهل نجد قرن المنازل ولاهل اليمن يلملم قال فهن لهن ولمن اتى عليهن من غيراهلهن لمن كان يريد الحج والعمرة   فمن كاندونهن فمهله من اهله وكذلك حتى اهل مكةيهلون منها   رواه البخارى ومسلم
Dari Ibnu Abbas, “Rasulullah Saw. Telah menentukan (tempat wajib ihram bagi tiap-tiap penduduk); yaitu bagi ahli Madinah ialah Dzul Hulaifah, bagi ahli Syam ialah Juhfah, bagi ahli Najd ialah Qarnul Manazil, dan bagi ahli Yaman ialah Yalamlam. Beliau bersabda, ‘tempat-tempat itu untuk penduduk negeri-negeri tersebut dan orang-orang yang datang ke negeri-negeri itu, yang bermaksud akan beribadah haji dan umrah. Adapun orang-orang yang negerinya lebih dekat ke Makkah dari tempat-tempat tersebut, maka miqat-nya negeri masing-masing sehingga bagi ahli Makkah, miqat mereka negeri Makkah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
عن جابر قال النبى صلى الله عليه وسلم   مهل اهل العراق ذات غرق   رواه مسلم
Dari Jabir, “Nabi Besar Saw. Berkata, ‘miqat ahli irak ialah Zatu’irqin’.” (Riwayat Muslim)
Barang siapa yang datang ke Mekah dengan maksud hendak beribadah haji atau umrah, maka apabila ia sampai dalam perjalanannya ke tempat tersebut, atau setentang dengan tempat-tempat itu, ia sudah wajib ihram (berniat); kalau tidak, ia wajib membayar denda (dam), yaitu memotong seekor kambing yang sah untuk kurban.
2.      Berhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam, di malam Hari Raya Haji sesudah hadir di padang Arafah. Maka apabila ia berjalan dari Muzdalifah tengah malam, ia wajib membayar denda (dam). (keterangannya adalah amal Rasulullah Saw.)
3.      Melontar Jumratul’Aqabah pada Hari Raya Haji.

Dari Jabir. Ia berkata, “Saya melihat Nabi Saw. Melontar Jumrah dari atas kendaraannya pada Hari Raya, lalu beliau bersabda, ‘Hendaklah kamu turut cara ibadah seperti yang aku kerjakan ini karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, apakah aku akan dapat mengerjakan haji sesudah ini.” (Riwayat Muslim dan Ahmad)
4.      Melontar Tiga Jumrah.
Jumrah yang pertama, kedua, dan ketiga (jumrah ‘aqabah) dilontar pada tanggal 11-12-13 bulan haji. Tiap-tiap jumrah dilontar dengan tujuh batu kecil. Waktu melontar ialah sesudah tergelincir matahari pada tiap-tiap hari.
عن عائشة مكث النبى صلى الله عليه وسلم بمنى ايام تشريق   رمى الجمرةاذازالت الشمس كلجمرة بسبع حصيات   رواه أحمد وابوداود
Dari Aisyah, “Nabi Saw. Telah tinggal di Mina selama hari Tasyriq (tanggal 11-12-13 Haji). Beliau melontar jumrah apabila matahari telah condong ke sebelah barat, tiap-tiap Jumrah dilontar dengan tujuh batu kecil.” (Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)
Orang yang sudah melontar pada hari pertama dan kedua, kalau dia ingin pulang, tidak ada halangan lagi. Kewajiban bermalam pada malam ketiga dan melontar pada hari ketiga, hilang darinya.


Firman Allah Swt.:
فمن تعجل فى يومين فلااثم عليه
“barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dai hari, maka tiada dosa baginya.” (Al-Baqarah; 203)
·         Syarat melontar
a.       Melontar dengan tujuh batu, dilontarkan satu persatu.
b.      Menertibkan tiga jumrah, dimulai dari jumrah yang pertama (dekat Masjid Khifa), kemudian yang tengah, dan sesudah yang akhir (jumrah ‘aqabah).
c.       Alat untuk melontar adalah batu (batu kerikil), tidak sah melontar dengan selain batu.
Orang yang berhalangan tidak dapat melontar, sedangkan halangannya itu tidak ada harapan akan hilang dalam masa yang ditentukan untuk melontar, maka orang tersebut hendaklah mencari wakilnya, sekalipun dengan jalan mengupah. Orang yang tidak melontar sehari atau dua hari harus menggantinya pada hari lain asal masih dalam asa yang ditentukan untuk melontar, yaitu tanggal 10-13.
5.      Bermalam di Mina. Beralasan atas perbuatan Rasulullah Saw. Selagi beliau hidup dan hadis Aisyah yang telah disebut dalam no. 4
6.      Tawaf wada’ (tawad sewaktu akan meninggalkan mekah).
عن ابن عباس امرالناس ان يكون اخرعهدهم بالبيت الاانه خفف عن الحائض   روله البخارى ومسلم
Dari Ibnu Abbas, “diperintahkan supaya mengakhiri pekerjaan haji mereka di Mekah ialah tawaf; kecuali perempuan yang sedang dalam keadaan haid, tidak berarti dengan tawaf.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
7.      Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang diharamkan (muharramaat).

F.        Sunnah Haji
1.      Ifrad
Yaitu ihram untuk haji saja duhulu dari miqat-nya, terus diselesaikannya pekerjaan haji, kemudian ihram untuk umrah, serta terus mengerjakan segala urusannya, berarti dikerjakan satu-satu dan didahulukannya haji. Inilah yang dinamakan ifrad, yang lebih baik dari dua cara lainnya yakni tamattu’ dan Qiran.
2.      Membaca talbiyah dengan suara yang keras bagi laki-laki. Bagi perempuan hendaklah diucapkan sekadar terdengar oleh telinganya sendiri.
Membaca talbiyah disunnahkan selama dalam ihram sampai lontar jumrah ‘aqabah pada hari raya.
Lafaz talbiyah:
لبىك الهم لبىك لاشرىك لك لبىك ان الحمد والنعمةلك والملك لك لاشرىك لك. رواه البخارى ومسلم
“Ya Allah, saya tetap tunduk mengikuti perintah-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi-Mu, dan Engkaulah yang menguasai segala sesuatu, tidak ada yang menyekutui kekuasaan-Mu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3.      Berdoa sesudah membaca talbiyah.
عن خزىمةبن ثابت ان النبىى صلى الله علىه وسام اذافرغ من تلبىة سأل الله عزوجل رضوانه والجنةواستعاذ برحمته من انار. روه الشافعى والدارقطنى
Dari Khuzaimah bin Tsabit: “Bahwasanya Nabi Saw. Apabila beliau telah selesai membaca talbiyah, beliau meminta keridhaan Allah, supaya diberi surga, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari siksa api neraka.” (Riwayat Syafi’I dan Daruquthni).
4.      Membaca dzikir sewaktu tawaf.
Zikir tawaf;
5.     Dari Abdullah bin Saib, katanya: “saya dengar Rasulullah Saw. Bersabda عن عبدالله بن الساءب سمعت رسل الله صلى الله علىه و سلم يقول بين الركن اليمان والحجرربنااتنافى الد نياحسنة وفى الأخرةحسنةوقناعذابالنار. رواه أبوداود
di antara rukun (sudut) Yamani dan Hajar Aswad: Wahai Tuhan kami, beriklah kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat serta perihalah kami dari siksaan api neraka.” (Riwayat Abu Dawud)
        Shalat dua rakaat sesudah tawaf.
        Masuk ke ka’bah (rumah suci).
Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابن عباس قال النبي صل الله عليه و سلم:من دخل البيت دخل فى حسنة و خرج مغفوراله. رواه البيهقى
Dari Ibnu Abbas, “Nabi Saw. Telah bersabda, ‘Barangsiapa yang masuk ke ka’bah (rumah suci), ia telah masuk ke dalam kebaikan serta ia keluar mendapat ampunan’.” (Riwayat Baihaqi)
G.       Dam dan Larangan dalam Haji
·         Dendaan-dendaan yang wajib dilaksanakan (karena mengerjakan larangan) dalam ihram itu ada lima perkara, ialah :

1.         Dam wajib karena meninggalkan ibadah haji (yang diperintahkan seperti meninggalkan ihram dari miqat), yaitu secara tertib, yaitu dengan seekor domba, kalau tidak mendapatkannya, maka dengan puasa 10 hari, 3 hari (dikerjakan) di waktu haji dan 7 hari bila telah pulang kepada keluarganya (di rumahnya).
2.      Dam wajib disebabkan bercukur rambut dan bersenang-senang (memakai wangi-wangian), yaitu dengan cara boleh memilih antara menyembelih domba atau puasa 3 hari atau bersedekah dengan 3 cupak kepada 6 orang miskin.
3.      Dam wajib karena terkepung (oleh musush sehingga terhalang melakukan ibadah hajinya), maka bolehlah ia bertahallul (niat keluar dari ibadah haji karena terkepung itu ) dan harus berhadiah dengan (menyembelih ) domba.
4.      Dam wajib yang disebabkan membunuh binatang buruan (di tanah haram), yaitu boleh memilih diantara :
a.       Kalau binatang itu terdiri dari binatang yang ada penyerupanya (seperti: kijang menyerupai kambing), maka ia mengeluarkan (dengan menyembelih) binatang penyerupanya.
b.      Atau (kalau tidak mendapatkan binatang yang serupa itu seperti kambingnya), maka hitunglah harga binatang itu dan belilah dengan seharganya makanan dan menyedekahkannya (kepada para miskin tanah haram mekkah).
c.       Atau berpuasa (sebagai gantinya) untuk setiap muda sehari ;
d.      Kalau binatang buruan (yang dibunuh itu) terdiri dari binatang yang tidak ada penyerupanya, maka ia mengeluarkan dengan harganya (dengan membelikannya) kepada makanan (untuk disedekahkan).
e.       Atau berpuasa (sebagai gantinya); dari setiap mud sehari
5.      Dam wajib yang disebabkan jima yaitu diatas urutan :
a.       Dengan seekor unta; b. maka tidak mendapatkannya maka dengan sapi; c. kalau tidak maka dengan 7 domba; d. kalau tidak mendapatkannya, maka dengan menilai harga unta itu, lalu belikanlah uangnya makanan dan bersedekah dengan makanan tersebut; e. kalau tidak mendapatkannya, maka berpuasalah dari setia mud sehari.
Tidak cukup orang itu berhadiah dan tidak cukup member makanan, kecuali harus di tanah haram mekah; dan mencukupkan kepadanya berpuasa di mana maunya saja. Tidak membunuh binatang buruan di tanah haram dan (tidak boleh) memotong pohon-pohonnya. Orang yang bertahalul dan berihram dalam hal ini sama saja. 
·         Larangan-larangan dalam ibadah haji
1.      Beberapa Larangan ketika Ihram
a.       Larangan bagi laki-laki
1)      Dilarang memakai pakaian yang berjahit, baik jahitan biasa atau bersulaman, atau diikatkan kedua ujungnya. Yang dimaksud adalah tidak boleh memakai pakaian yang melingkungi badan (seperti kain sarung). Yang diperbolehkan ialah kain panjang, kain basahan, atau handuk. Boleh juga memakai kain tersebut kalau karena keadaan yang mendesak, seperti karena sangat dingin, atau panas, tetapi ia wajib membayar denda (dam).
Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابن عمرسئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عمايلبس ال محرم؟قال:لايلبس المحرم القميص ولا العمامة ولاالبرنس ولاالس اويل ولاثوبامسه ورس ولازعفران ولاالخفين الاان لايجد نعلين فليقطعهماحتى يكونااسفل من الكعبين. رواه البخارى ومسلم
Dari Ibnu Umar; “Rasulullah Saw. Telah ditanya. ‘Apakah pakaian yang harus dipakai oleh orang yang sedang ihram haji?’ Jawab beliau, ‘orang ihram tidak boleh memakai baju, ikat kepala, topi, celana, kain yang dicelup dengan sesuatu yang harum; tidak boleh memakai za’faron, dan sepatu, kecuali kalau ia tidak mempunyai terompah, maka ia boleh memakai sepatu, hendaklah sepatunya itu dipotong sampai di bawah dua mata kaki’.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
2)      Dilarang menutup kepala, kecuali karena suatu keperluan, maka diperbolehkan, tetapi ia wajib membayar denda (dam).
Sabda Rasulullah Saw. Terhadap seseorang yang mati karena terjatuh dari untanya:
لاتخمروارأسه فانه يبعث يوم القيامةملبيا. رواه البخارومسلم
“jangan kamu tutup kepalanya, maka sesungguhnya ia akan dibangkitkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan membaca talbiyah.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Maka keadaan dibangkitkan seperti sewaktu membaca talbiyah itu menunjukkan bahwa dilarang menutup kepala itu karena ihram.
b.      Yang dilarang bagi perempuan
Dilarang menutup muka dan dua tapak tangan, kecuali apabila keadaan mendesak,  maka ia boleh menutup muka dan dua tapak tangannya, tetapi diwajibkan membayar fidyah.
Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابن عمر قال النبىى صلى الله عليه و سلم : لاتنقب المرأة المحرمة ولاتلبس القفازين. رواه البخار وأحمد
Dari Ibnu Umar, “Nabi Saw. Telah bersabda, “tidak boleh bagi perempuan yang ihram memakai tutup muka, dan tidak boleh memakai sarung tangan’.” (Riwayat Bukhari dan Ahmad)
c.       Yang dilarang bagi keduanya, laki-laki dan perempuan
1)      Dilarang memakai wangi-wangian, baik pada badan maupun pada pakaian. Keterangan hadits tersebut tergantung pada nomor satu (rosululuah saw melarang memakai kain yang dicelup dengan sesuatu yang harum ). Adapun ketinggalan bau wangi-wangian yang dipakai sebelum ihram hinnga masih tetap tertinggal sesudahnya, tidak berdosa, bahkan rosulullah saw apabila hendak ihram, biasanya beliau memakai wangi-wangian terlebih dahulu.
2)      Dilarang menghilangkan rambut atau bulu atau bulu badan yang lain, begitu juga berminyak rambut.
Firman Allah swt :
لاتحلقوارءوسكم.
“ janganlah kamu mencukur kepalamu.” (Al-Baqoroh 196)
3)      Dilarang memotong kuku. Keterangannya dikiaskan pada larangan menghilangkan rambut. Mengilangkan tiga helai rambut atau tiga kuku, mewajibkan fidyah yang cukup dengan syarat pada tempat dan masa yang satu.
Mencukur rambut karena udzur seperti sakit diperbolehkan tetapi wajib membayar fidyah.
Firman Allah swt:
فمن كان منكم مريضااوبه اذى من رأسه ففديةمن صيام اوصدقةاونسك.
“jika ada diantaramu yangsakit atau ada gangguan dikepalanya (lalu ia bercukur). Maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berqurban.” (Al-Baqoroh 196)
4)      Dilaarang mengakadkan nikah (menikahkan, menikah, atau menjadi wakil dalam akad pernikahan).
Sabda rosulullah saw:
عن عثمان بن عفان قال النبي صلى الله عليه وسلم : لاينكح المحرم ولاينكح ولايختب. رواه مسلم
dari ustman bin affan. Nabi saw telah bersabda,” orang yang sedang dalam ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan (menjadi wali atau wakil), dan tidak boleh pula meminang.” (riwayat muslim)
rujuk tidak dilarang, sebab rujukitu berarti mengekalkan pernikahan, bukan akad nikah hal itu berdasarkan kaidah berikut ini:
يغتفرفى الدوام مالايغتفرفى الابتداء.
“ diampuni mengekalkan sesuatu, sedangkan memulainya tidak diampuni (tidak boleh).”
5)      Dilarang bersetubuh dan pendahuluannya. Bersetubuh itu bukan hanya dilarang, tetapi memfasidkan (membatalkan) umrah apabila terjadi sebelum seslesai dari semua pekerjaan umrah, dan memfasidkan haji apabila terjadi sebelum mengerjakan penghalal yang pertama.
Firman Allah swt:
فمن فرض فيهن الحخ فلا رفث ولافسوق ولاجدال فى الحخ.
“barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, danberbantah-bantahan dalam mengerjakan haji’.” (Al-Baqoroh 197)
6)      Dilarang memburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan
Firman Allah swt:
وحرم عليكم صيد البر مادمتم حرما
“ dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu ihram.” (Al-Maidah 96)
Adapun memakan binatang yang diburu oleh orang lain, tidak ada halanganbagi orang ihram, asal niat orang yang berburunya bukan untuk orang ihram.
Sabda rosulullah saw:
عن جابرقال النبي صلى الله عليه وسلم صيد البرلكم حلال وانتم حرم مالم تصيدوه اويصدلكم. رواه الترمذى والنسائ
Dari jabir,”nabi saw telah bersabda,’binatang bururan di darat halal bagi kamu jika kamu sedang ihram, asal tidak kamu yang berburunya atau diburu karena untuk kamu’.” (riwayat tirmidzi dan nasaai)

2.      Tahallul (penghalalan beberapa larangan)
Pengahalalan bebrapa laranag ada tiga perkara:
a.       Melontar zumrah aqobah pada hari raya
b.      Mencukur atau menggunting rambut
c.       Tawaf yang diiringi dengan sai, kalau ia belum syai setelah tawaf qudum
apabila dua perkara diantara tiga perkara tersebut telah dikerjakan, halallah baginya beberapa laranag berikut ini:
a.       Memakai pakain berjilid
b.      Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka telapak tangan bagi perempuan
c.       Memotong kuku
d.      Memakai wangi-wangian, berminyak rambut, dan memotongnya kalau ia belum bercukur.
e.       Berburu dan membunuh binatang liar.
f.         
Maka apabila dikerjakan yang satu perkara lagi setelah dua perkara yang tadi, hasillah pengahalal yang kedua, dinamakan’ tahalul yang kedua’, dan halalah semua larangan yang belum halal pada tahalul pertama tadi. Sesudah itu ia wajib meneruskan bebrapa pekerjaan haji yang belum dikerjakannya kalau ada, umpamanya melontar,  ia tidak dalam ihram lagi. Adapun pengahalal umrah, yaitu setelah selesai dari semua pekerjannya.
3.      Meninggalkan rukun haji
Barang siap ketinggalan hadir di padang arafah pada waktu yang ditentukan, hendaklah ia mengerjakan pekerjaan umrah agar ia keluar dari ihramnya; ia wajib membayar fidyah dan mengqodo pada tahun yang berikutnya.
Sabda rosulullah saw:
من فاته عرفة ليلا فقدفاته الحج فليهل بعمرة وعليه الحج من قابل. رواه الدارقطنى
“barang siapa ketinggaln hadir di padang arafah pada malam (tanggal 10 bulan haji), maka sesungguhnya telah tertinggalah  hajinya. Makahendaklah mengerjakan umrah, dan ia wajib mengqodo hajinya pada tahun berikutnya.” (riwayat darul qutni)
Orang yang meninggalkan salah satu rukun dari rukun-rukun haji selain dari hadir di padang arafah, ia tidak halal dari ihramnya hingga dikerjakannya rukun yang tertinggal itu. Karena rukun-rukun yang lain itu mempunyai waktu yang luas, maka hendaklah ia lekas mengerjakannya agar ia halal dari ihramnya.
Barang siapa meninggalkan salah satu dari wajib-wajib haji atauu umrah, ia wajib membayar denda (dam). Tetapi barang siapa meninggalkan sunah haji atau umrah ia tidak wajib melakukan apa-apa.
4.      Tanah Haram dan Isinya
Firman Allah swt:
اولم يروااناجعلناحرماامناويتخطف الناس من حولهم.
“danapakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan (negri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok.” (Al-Ankabut: 67)
Tanah haram,yaitu sekeliling masjidil haram, telah di beri tanda pada beberapa (batas) pada beberapa penjuru (lihat peta”muwaqit”). Dilarang (haram) memburu barang tanah haram, begitu juga memotong dan mencabut pohon-pohonan dan rumput-rumputnya, baik bagi orang yang sedang dalam ihram ataupun tidak. Pohon-pohon dan rumput-rumput yang terlarang dipotong dan dicabutnya ialah apabila ia masih hidup dan tidak menyakiti tetapi kalau rumput-rumut atau pohon-pohon yang sudah kering atau menyakiti, misalnya yang berduri maka boleh dicabut atau di potong boleh pula mengambilnya untuk dijadikan obat. Juga tidak dilarang membunuh binatang yang berbahaya.
ان هذاالبلدحرام بحرمةالله الى يوم القيامة لايعضدشجره ولاينفرصيده ولاتلتقط لقطته الامن عرفهاولايختلى خلاه قال ابن عباس:يارسول الله الاالاذخرفانه لقينهم وبيوتهم قال الاالاذخر. رواه البخارى ومسلم
“sesungguhnya negri ini (mekkah)  negri terpelihara, oleh penjagaan allah , sampai hari kiamat, pohon-pohonnya tidak boleh dipotong, bonatangnya tidak boleh diburu, dan tidak boleh di pumut barang yang di dapat padanya kecuali orang yang bermaksud mengumumkannya, juga tidak boleh dicabut rumputnya.” Mendengar sabda beliau tersebut ibnu abas berkata,” ya rosulullah, kecuali izhkir. Sesungguhnya izhkir berguna bagi tukang besi dan berguna untuk rumah-rumah mereka.”jawab beliau,”ya, kecuali izhkir.”(riwayat bukhari dan muslim)
عن عائشةامررسول الله عليه وسلم بقتل خمس فواسق فى الحل والحرم : الغراب والحدأةوالعقرب والفأرةوالكلب العقور. رواه البخارى ومسلم
Dari aisyah,” rosuullah saw. Telah menuruh membunuh lima macam binatang yang jahat, baik di tanah halal maupun ditanah haram yaitu: (1) gagak, (2) burung elang, (3) kalangjengking, (4) tikus, (5) anjing yang suka mengigit (anjing gila).” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Ada lagi beberapa hadis lain yang memperbolehkan binatang yang berbahaya.






BAB III
PENUTUP
Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima yang mana kita diwajibkan untuk menunaikannya jika kita mampu, dan arti haji pula ialah menuju ke kota suci mekah (baitulullah) dan didalam haji pun terdapat syarat-syaratnya yaitu Beragama islam, Baligh, Berakal, Merdeka, Ada biayanya (baik untuk pergi dan pulangnya maupun untuk keluarga yang ditinggalkannya) dan ada kendaraannya (bagi penduduk luar mekah, Aman di perjalanan (dari bermacam-macam gangguan), Memungkinkan pergi (cukup waktu untuk berhaji, ketika kita ingin menunaikan ibadah haji terdapat rukun sebelum itu yaitu Ihram (berniat mulai mengerjakan haji atau umrah), Hadir di padang arafah pada waktu yang ditentukan, Tawaf, Sa’i (berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah), mencukur atau menggunting rambut, Menerbitkan rukun-rukun itu (mendahulukan yang dahulu diantara rukun-rukun itu)




Behreisj, Hussein. Tuntunan Islam Akidah dan Syariah. 124. Surabaya.
Safrodin, Muhammad. Haji For Teens. 2013. Kalimantan. Benteng Pustaka.
Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah. 1983. Bandung. PT Al-Ma’arif.
Rasjid, Sulaiman. Fiqh Islam. 2009. Bandung. Penerbit Sinar Baru Algesindo.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar